6 Cara Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen

2 min read

Perlu diketahui bahwa usaha budidaya ikan nila memang terbilang sangat menjanjikan untuk di masa mendatang. Namun, dalam melakukan budidaya ini, tentunya harus mengetahui cara yang tepat agar bisa menghasilkan ikan nila yang baik.

6 Cara Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen dan Sukes

Dengan begitu, maka usaha ini pun bisa sukses untuk menghasilkan keuntungan yang melimpah. Oleh sebab itu, maka berikut adalah cara tepat yang bisa dilakukan orang-orang untuk mulai membudidayakan ikan nila:

1. Pilih Lokasi Kolam

Langkah yang paling pertama untuk memulai budidaya ikan nila, yakni dengan memilih lokasi yang cocok untuk masa kembangnya. Tahap ini tergolong sangat esensial, karena jenis ikan ini ternyata tidak bisa berkembang di lokasi yang sembarangan.

Oleh sebab itu, para pembudidaya bisa membangun kolam dengan jenis tanah liat, semen, ataupun terpal. Selain itu, ternyata ada juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika membuat tempat untuk ikan nila ini, yaitu sebagai berikut: 

  • Kemiringan dinding kolam antara 3% sampai 5% untuk memudahkan proses pengairan.
  • Air tidak boleh keruh dan terkontaminasi oleh bahan kimia.
  • pH air kolam harus netral, yaitu antara 6,5 sampai 8,6.
  • Suhu air minimal 25 derajat celcius dan maksimalnya 30 derajat celcius.
  • Tingkat penerangan pada kolam, yaitu berkisar antara 20 cm hingga 30 cm.
  • Air pada kolam juga harus tenang dengan kecepatan maksimal 15 liter per detiknya.
TRENDING:  Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah Untuk Pemula

2. Lakukan Pengolahan Kolam

Setelah melakukan pengaturan untuk kolamnya, pembudidaya tidak boleh langsung meletakkan ikan nila ke dalamnya. Hal ini dikarenakan, kolam harus diolah terlebih dahulu agar ikan bisa berkembang dengan baik selama dua minggu. Lalu, adapun tahapan pengolahannya, yakni sebagai berikut:

  • Lakukan pengeringan pada bagian dasar dari kolam.
  • Bersihkan pada seluruh bagian kolamnya.
  • Pasang filter pada area pintu keluar dan masuknya air.
  • Taburkan kapur tohor agar terhindar dari hama.
  • Masukkan pupuk kandang untuk membuat fitoplankton tumbuh dan bisa menjadi makanan alami dari ikan nila.
  • Atur pengairan pada kolam hingga kedalaman 10 hingga 20 cm dan diamkan selama 5 hari.

3. Pilih Bibit Ikan Nila

Cara yang selanjutnya untuk melakukan budidaya ikan nila tentunya ialah memilih bibit yang terbaik. Adapun untuk melakukan hal ini, ternyata ada dua pilihan yang umum digunakan oleh orang-orang. Opsi pertama, pembudidaya bisa mendapatkan bibit ikan nila dari induknya secara langsung.

Lalu, untuk opsi yang kedua, yakni dengan membelinya di pasar ataupun koperasi perikanan. Dengan adanya kedua pilihan tersebut, maka pembudidaya bisa langsung menyesuaikan saja. Kemudian, adapun ciri-ciri dari bibit ikan nila yang memiliki kualitas terbaik, yakni sebagai berikut:

  • Bibit ikan nila yang digunakan harus memiliki warna serupa.
  • Berat di setiap bibitnya juga harus sekitar 30 gram.
  • Pilih yang memiliki corak belang dengan panjang 12 cm.
  • Bibit ikan nila juga harus memiliki pergerakkan yang lincah dan tidak memiliki fisik cacat.
TRENDING:  Apa Itu Usaha Home Industri? Simak Penjelasannya!

4. Lakukan Penyebaran Bibit Ikan

Walaupun jenis ikan ini mempunyai daya tahan tubuh yang cukup kuat, tetapi pembudidaya tetap saja harus melakukan proses penyebaran bibit dengan tepat. Lalu, adapun langkah-langkah yang tepat untuk melakukan proses ini, yaitu sebagai berikut:

  • Siapkan ember yang sudah terisi air bersih sampai setengahnya.
  • Masukkan bibit ikan nila yang bagus ke dalam ember tersebut.
  • Diamkan kurang lebih sampai 10 menit.
  • Tambahkan air bersih lagi ke dalam ember dengan perlahan hingga penuh.
  • Diamkan kembali selama kurang lebih 5 menit agar ikan bisa beradaptasi dan tidak stres.
  • Sebarkan bibit ikan nila ke dalam kolam secara perlahan.

5. Lakukan Perawatan Ikan Nila

Setelah berhasil melakukan penyebaran pada bibit ikan nila, maka cara budidaya ikan nila selanjutnya pembudidaya harus bisa merawatnya dengan benar. Hal tersebut dilakukan dengan memberi pakan secara teratur sebanyak 2 sampai 3 kali sehari.

Lalu, pastikan juga hanya memberi pakan ikan nila berupa dengan mengandung kadar protein sebanyak 20% sampai 30%. Selain memberikan kualitas yang baik untuk makanannya, pembudidaya juga perlu memperhatikan kuantitasnya dengan teliti.

TRENDING:  10 Contoh Label Makanan Paling Menarik Cocok untuk Inspirasi

Dalam hal tersebut, ikan nila biasanya akan membutuhkan jumlah pakan sebesar 3% dari berat badannya. Agar takarannya sesuai, maka lakukan pengambilan beberapa sampel ikan nila untuk ditimbang setiap awal minggu.

Selain memberi ikan nila makan, kolam juga perlu dibersihkan secara rutin sepanjang waktu. Hal tersebut dikarenakan, pengelolaan air kolam juga sangat penting dalam tumbuh kembang dari ikan nila.

Kemudian, pembudidaya juga harus memantau kadar oksigen dan pH yang ada di dalam kolamnya. Hal tersebut nantinya akan meminimalisir risiko dari adanya penyakit maupun hama yang ada di kolam.

6. Panen Ikan Nila

Setelah dirawat dengan baik, maka ikan nila tentunya bisa dipanen jika sudah pada waktunya. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan di pasar perdagangan.

Namun, biasanya pemeliharaan ikan nila dari proses penebaran bibit hingga panen memerlukan waktu 4 sampai 6 bulan. Lalu, adapun berat ideal dari ikan nila yang siap untuk dipanen, yaitu sekitar 500 gram.

Itulah ulasan terkait cara budidaya ikan nila yang tepat agar berhasil melakukan panen dengan hasil yang baik. Dari adanya informasi tersebut, maka orang-orang pun bisa menghasilkan keuntungan dengan cara budidaya ini.

Baca Juga: Apa Itu Usaha Home Industri? Simak Penjelasannya!