ArtikelBisnis Online

Pengertian Return on Investment Menurut Para Ahli, Faktor, Cara Hitung, Manfaat dan Kelemahannya

Pengertian Return on Investment Menurut Para Ahli, Faktor, Cara Hitung, Manfaat dan Kelemahannya – Dalam menjalankan bisnis, membuat dan memiliki investasi adalah suatu keharusan. Dari investasi yang sudah dikeluarkan maka harus ada hasil yang diperileh.

Jika semua investasi tersebut tidak menghasilkan apapun, itu sama artinya dengan tidak mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, seorang pebisnis harus paham mengani return of investment.

Return of investment atau tingkat pengembalian investasi wajib dipahami oleh pebisnis karena ini merupakan sebuah tolak ukur dari keuntungan bisnis yang paling tepat.

Dengan mengetahui return of investment atau ROI juga semua bentuk kegiatan operasional bisa dievaluasi untuk mengetahui tingkat pengembalian investasinya. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai ROI, simak pembahasan berikut.

Pengertian Return on Investment Menurut Para Ahli 2

Pengertian Return of Investment (ROI)

Return of investment bisa diartikan sebagai rasio probabilitas yang menunjukkan efektifitas dan efisiensi dalam sebuah perusahaan dengan memanfaatkan semua aktiva atau aset yang dimiliki.

Hal ini mengacu pada pembelian aset, modal serta anggaran yang dibutuhkan sebagai biaya investasi. Selain pengertian ini, ada beberapa pengertian return of investment menurut para ahli di bidang ekonomi.

Pertama ada pernyataan dari Syamsudin yang menyebutkan bahwa ROI adalah perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan total aktiva.

Sedangkan menurut Agus Santoso, return of investment adalah suatu pegukuran akan kemampuan keseluruhan sebuah perusahaan untuk menghasilkan suatu keuntungan dengan seluruh aktiva yang terdapat atau dimiliki oleh perusahaan tersebut.

BACA JUGA  10 Tulisan Orang Jualan yang Bikin Pembeli Merasa Bingung!

Kemudian menurut pendapat Saud Husnan yang menyatakan bahwa ROI adalah suatu rasio yang menggambarkan seberapa besar laba bersih yang diperoleh perusahaan dari seluruh kekayaan yang dimilikinya.

Return of investment, menurut Rahardjo, merupakan berbagai rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dengan semua investasi yang tersedia untuk menghasilkan keuntungan.

Adapun menurut Sutrisno, pengertian dari return of investment adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang digunakan untuk menutupi investasi yang dikeluarkan.

Apabila ROI meningkat, maka probabilitas keuntungan meningkat, begitu juga sebaliknya. Dari semua pengertian return of investment menurut para ahli tadi bisa ditemukan kesamaan.

Kesamaan yang ditunjukkan oleh semua pengertian di atas adalah adanya rasio antara yang dikeluarkan dan yang diperoleh serta semua aktiva yang digunakan dalam investasi.

Dari pengertian ini juga bisa terlihat bahwa mengetahui ROI pada suatu perusahaan adalah suatu hal yang penting jika ingin perusahaan yang Anda kelola ingin tetap berjalan dengan baik dengan menghasilkan keuntungan.

Faktor yang Mempengaruhi Return of Investment

Ada dua faktor yang mempenngaruhi return of investment di suatu perusahaan. Faktor pertama adalah perputaran aktiva yang digunakan untuk proses operasional perusahaan.

Kedua, profit margin atau besar keuntungan operasional yang terlihat dari persentase dan jumlah penjualan bersih. Jika ada kesalahan di salah satu faktor tersebut maka hasil penghitungan ROI bisa saja tidak sesuai.

Rumus Penghitungan Return of Investment

Merujuk pada pengertian return of investment menurut para ahli yang sudah dinyatakan di atas, maka bisa dibuat sebuah rumus untuk menghitung ROI yaitu membandingkan laba bersih dengan total investasi yang ada.

Rumus tersebut ditulis ROI = (laba bersih setelah dipotong pajak/total investasi) x 100 karena ROI dinyatakan dalam persen. Semakin tinggi ROI, semakin baik kinerja perusahaan itu.

BACA JUGA  7 Strategi Bisnis Angkringan Modern Agar Sukses

Manfaat Return of Investment dalam Suatu Perusahaan

Kehadiran ROI dalam suatu perusahaan jelas ada manfaatnya dan cukup krusial kehadirannya. ROI bisa menjadi alat kontrol yang berguna dalam perencanaan seperti ketika akan mengambil keputusan untuk melakukan ekspansi perusahaan.

ROI juga merupakan sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur probabilitas produk dan mengikur efisiensi tindakan pada masing-masing divisi.

Jika Anda memiliki data industri atau rasio industri perusahaan lain di bidang yang sama, maka dengan memanfaatkan ROI, Anda bisa membandingkan posisi perusahaan-perusahaan tersebut dengan perusahaan yang Anda miliki.

Apakah posisi perusahaan tersebut ada di bawah, sama atau bahkan di atas. Dari data ini juga bisa dianalisa kelemahan dan juga kekuatan yang dimiliki perusahaan lawan.

Manfaat terakhir yang akan diperoleh perusahaan dari ROI dan sesuai dengan pengertian return of investment menurut para ahli ini adalah mengukur efisiensi perusahaan.

Hal ini bisa dilakukan jika perusahaan sudah memiliki atau menerapkan sistem akuntansi yang baik. Manajemen perusahaan bisa memanfaatkan ROI untuk mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja, produksi dan penjualan.

Kelemahan Return of Investment

Sekali pun return of investment di perusahaan itu penting, sistem ini ternyata memiliki kelemahan juga. Kelemahan yang pertama adalah membandingkan ROI dari satu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis.

Pasalnya, terkadang setiap perusahaan mempraktikkan sistem akuntansi yang berbeda. Perbedaan ini bisa memberikan gambaran yang salah akan keadaan perusahaan.

Kelemahan yang kedua adalah hasil analisa menggunakan ROI pada dua perusahaan atau lebih memberikan hasil yang tidak memuaskan sehingga denga kata lain hasil analisanya tidak bisa digunakan.

Meskipun begitu, sebagai pegangan untuk perusahaan sendiri ROI tetap dibutuhkan sejalan dengan pengertian return of investment menurut para ahli yang sudah dijelaskan sebelumnya.

BACA JUGA  Inilah Ide Bisnis Camilan Serba 2000 yang Menguntungkan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button