7 Resiko Usaha Rongsokan yang Perlu Diketahui oleh Pemula

2 min read

Resiko Bisnis Rongsokan

Usaha rongsokan bisa menghasilkan keuntungan hingga jutaan hingga puluhan juta per bulannya. Namun dalam bisnis ini jangan hanya memandang keuntungan tetapi resikonya perlu dianalisa.

Ada beberapa resiko usaha rongsokan yang perlu diketahui khususnya pemula. Tujuannya agar kamu bisa meminimalisir berbagai hal sehingga usaha rongsokan tetap menghasilkan. 

7 Resiko Usaha Rongsokan yang Patut Kamu Pertimbangkan

Lantas apa saja resiko yang harus dihadapi oleh pengusaha rongsokan? Yuk simak ulasan berikut:

1. Pelanggannya tidak Tetap

Sebagai pemula, tidak banyak orang yang menjual hasil rongsokannya ke kamu. Sehingga kamu perlu memutar otak agar mereka bisa rutin setor rongsokan setiap harinya. 

Hal seperti ini tentu menjadi resiko tersendiri dan ini cukup berdampak pada usaha rongsokan. Semakin sedikit orang setor rongsokan maka usaha kamu akan sulit untuk berkembang pesat. 

Dalam kondisi seperti salah satu caranya adalah memasang harga lebih tinggi dari pengepul rongsokan lainnya. Dengan harga yang tinggi akan mampu memancing orang yang setor rongsokan ke tempat kamu. 

Bahkan berikan juga nilai lebih kepada mereka baik dari sisi tempat atau pelayanan. Dengan seperti ini maka mereka akan merasa nyaman dan berpotensi menjadi pelanggan tetap kamu. 

TRENDING:  Pengertian Supply Chain Management Menurut Para Ahli: Komponen dan Tujuan

2. Pencurian Barang oleh Karyawan

Saat usaha kamu mulai berjalan tentu harus memiliki karyawan agar lebih cepat dalam penanganan. Kamu bisa merekrut dua orang atau lebih untuk jadi karyawan. Jumlah ini bergantung pada banyaknya orang setor barang ke usaha kamu. 

Dengan adanya karyawan, salah satu resikonya adalah pencurian barang rongsokan yang ada. Mereka melakukan sortir barang dan terkadang memilih barang yang harga jualnya tinggi. 

Jika sekali dua kali mungkin masih bisa ditoleransi. Namun jika itu dilakukan berulang tentu akan membuat usaha kamu semakin bangkrut. Sehingga tindakan seperti ini perlu diminimalisir dan tidak terjadi secara berulang. 

Salah satu caranya memasang CCTV dan mencatat semua barang masuk di tempat tersebut. Langkah ini akan cukup efektif dan setiap kehilangan barang akan diketahui secara jelas

3. Tidak Mengenal Musim

Jika usaha es mungkin hanya bisa laku ketika musim kemarau. Namun untuk usaha rongsokan tidak lagi mengenal musim. Sehingga baik cuaca panas atau dingin, usaha ini tetap berjalan. 

Faktor musim ini oleh sebagian orang dianggap sebagai resiko dari usaha tersebut. Dianggap demikian karena kamu perlu mempunyai banyak modal untuk membeli barang rongsokan yang datang. 

Apalagi orang yang setor barang rongsokan umumnya ingin langsung dibayar. Sehingga kamu perlu memutar otak untuk berpikir bagaimana mendapatkan banyak uang agar usahanya berjalan lancar.

TRENDING:  5 Manfaat Landing Page untuk Pertumbuhan Bisnis Anda

Dalam hal ini kamu bisa meminjam uang ke bank, tetangga, atau menjual aset. Cara ini bisa menjadikan kamu punya banyak uang dan bisa diputar untuk membeli banyak barang. 

4. Dianggap Miskin

Saat menjalankan usaha rongsokan tidak sedikit dari mereka yang dicap miskin. Sebab dari segi tempat memang terkesan kumuh. Semua itu karena barang-barangnya kotor dan banyak mengandung karat.

Oleh karena itu maka usaha ini disepelekan dan dianggap kurang menguntungkan. Padahal dari segi keuntungan tidak sedikit dari pengusaha rongsokan yang kaya raya dan membeli segalanya.

Anggapan seperti ini muncul dari orang-orang yang belum mengerti banyaknya keuntungan yang didapat. Orang yang mengklaim demikian umumnya yang sudah punya profesi mapan dengan pangkat tinggi. 

5. Pekerjaan Kotor

Dalam menjalankan bisnis rongsokan harus siap dengan barang-barang kotor. Barang tersebut berasal dari cup es, botol, besi dan yang lainnya. Bahkan beberapa barang terkadang sudah bercampur dengan kotoran hewan atau ternak. 

Hal ini bisa dianggap sebagai resiko karena tidak mudah dilakukan apalagi sebagai pemula. Saat baru menjalankan otomatis harus dilakukan sendiri dan butuh kepercayaan diri untuk melakukannya. 

Untuk itu kamu perlu memiliki pakaian khusus saat sortir barang rongsokan. Jika perlu, kamu bisa menggunakan kaos tangan agar tidak mengotori tangan. 

TRENDING:  6 Ide Jualan Es Paling Laris dan Kekinian

6. Bos yang Berbelit-Belit

Beberapa pengusaha rongsokan sering kali menemukan bos yang berbelit-belit. Saat barang sudah dikirimkan tetapi uangnya tidak kunjung dibayar. Sehingga kamu perlu menunggu beberapa waktu bahkan bisa berminggu-minggu.

Hal ini dianggap resiko karena membuat kamu kekurangan dana saat akan membeli barang. Jika sudah demikian maka kamu tidak bisa lagi membeli barang rongsokan dari orang sekitar 

Untuk mengatasinya, kamu bisa mengirimkan barang rongsokan tidak hanya ke satu orang. Dengan demikian kamu memiliki banyak opsi saat mengirimkan barang. Ketika orang satu mulai berbelit-belit maka bisa pindah ke bos yang lainnya. 

7. Memerlukan Lahan yang Luas

Saat kamu membeli barang dari banyak pengepul maka perlu menyediakan lahan yang luas. Hal seperti ini menjadi resiko tersendiri bagi sebagian orang yang tidak memiliki halaman luas di depan rumahnya. 

Sehingga mereka perlu menyewa atau membeli tempat untuk usaha barang rongsokan tersebut. Jika sudah demikian maka perlu modal yang tidak sedikit untuk lahan tersebut. 

Semakin berkembang usaha rongsokan semakin luas pula lahan yang perlu dipersiapkan. Sehingga saat usaha mulai berkembang, kamu bisa menyisihkan uang untuk persiapan membeli lahan

Itulah beberapa resiko usaha rongsokan yang perlu dipahami sebelum memulainya. Secara garis besar, usaha ini memang butuh mental kuat dan modal yang tidak sedikit untuk bisa menghasilkan.