7 Tips Menaikkan Omset Tanpa Menambah Tim Sales – Tips No.3 Akan Mengubah Hidup Anda

2 min read

7 Tips Menaikkan Omset Tanpa Menambah Tim Sales - Tips No.3 Akan Mengubah Hidup Anda

Kadang kita merasa sudah melakukan semuanya untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan omset penjualan yang sudah ada.

  • Tim sales yang mumpuni, check!
  • Gaji menarik, check!
  • Meeting tiap hari, check!
  • Join visit supervisor, check!

Apalagi kira-kira yang masih bisa kita lakukan, yang secara signifikan dapat menumbuhkan bisnis kita? Di sini kita akan membicarakan efektivitas kinerja tim Sales, dan kira-kira tips apa yang dapat meningkatkan produktivitas tim kita untuk mencapai target penjualan yang lebih tinggi, menggunakan tim yang sudah ada.

1. Tetapkan Tujuan dan Sasaran yang Jelas

Tanpa tujuan, setiap hari akan terasa tidak berharga. Pastikan tim Anda paham angka yang diharapkan dari mereka setiap hari, dan bagaimana kontribusi mereka berperan dalam mencapai target penjualan personal maupun tim. Tetapkan tujuan yang terukur, realistis, dan relevan dengan strategi bisnis perusahaan. Mantapkan target segmen penjualan setiap hari agar tim paham, segmen customer mana yang paling berpotensi membeli.

TRENDING:  cara menghitung persen penjualan

2. Latih dan Kembangkan Tim Penjualan

Investasikan waktu dan sumber daya untuk melatih dan mengembangkan kemampuan tim penjualan Anda. Semakin terampil dan percaya diri anggota tim, semakin baik mereka dapat berinteraksi dengan prospek masa depan dan mengatasi segala tantangan dalam penjualan. Pertimbangkan pelatihan reguler tentang teknik penjualan, produk, dan keahlian komunikasi. Pantau skill tim Anda dari rasio prospek atau closing setiap anggota tim, sebagai kunci untuk melihat ruang berkembang tiap personal tim Anda.

3. Ini sudah 2023, gunakan Sales Force Automation (SFA)!

SFA memang dulu terkesan asing dan mahal, jauh dari jangkauan. Kini sudah banyak perusahaan hingga UMKM yang memanfaatkan SFA untuk memudahkan penjadwalan dan monitoring, demi memaksimalkan kinerja tim salesnya. Sudah saatnya kita yang meng-uplevel diri dengan mempelajari dan memanfaatkan SFA semaksimal mungkin. Hasilnya bisa betul-betul life changing.

Teknologi IT dari SFA yang tepat, dapat secara dramatis memudahkan kita memantau omset customer, jadwal dan kinerja tim, hingga perhitungan target otomatis. Tim sales pun sangat terbantu dengan adanya history penjualan tiap customer, katalog produk dengan stok dan harga terkini, bisa memantau sendiri target dan perolehan setiap hari, hingga mudahnya absensi di customer dengan bukti gps dan foto.

TRENDING:  Kerajinan dari Botol Bekas - Mengekspresikan Kreativitas Melalui Limbah Plastik

SFA secara signifikan akan meningkatkan produktivitas kita baik sebagai manager atau supervisor maupun tim sales di lapangan. Laporan rekapan harian/mingguan/bulanan yang memakan waktu dan energi sekarang tersedia dalam satu klik saja, hasilnya pun sangat akurat, bebas dari salah hitung dan tidak teliti. Banyak SFA internasional yang sayangnya harganya mahal dan konsepnya kurang pas dengan pola distribusi Indonesia. Tapi jangan kuatir, sekarang sudah bermunculan SFA lokal yang tidak hanya pas dengan workflow distributor Indonesia, harga dan fiturnya pun sangat pas dengan kebutuhan kita. Antara lain SalesMania.id atau SimpliDots sebagai beberapa contohnya, dengan harga mulai 25 ribuan saja Anda sudah bisa mengatur tim sales dengan HP seperti bermain game.

4. Fokus pada Pelanggan dan Solusi yang Ditawarkan

Bimbing tim penjualan Anda untuk lebih mendengarkan kebutuhan dan masalah pelanggan potensial. Dengan memahami masalah yang dihadapi oleh calon pelanggan, tim penjualan dapat menawarkan solusi yang relevan dan menarik bagi calon pelanggan tim Anda. Berorientasi pada pelanggan akan membantu membangun hubungan jangka panjang yang kuat, dimana nantinya akan meningkatkan rasa Trust kepada tim maupun brand Anda
.

TRENDING:  Apa yang Dimaksud Wirausaha dan Bagaimana Berhasil Menjadi Wirausaha di Indonesia?

5. Berikan Insentif yang Menarik

Motivasi adalah salah satu kunci lainnya untuk meningkatkan kinerja penjualan. Pertimbangkan memberikan insentif yang menarik bagi anggota tim penjualan yang mencapai atau melebihi target penjualan. Insentif dapat berupa bonus, penghargaan, atau kesempatan pengembangan karir. Ini akan meningkatkan semangat dan komitmen tim terhadap pencapaian tujuan penjualan.

6. Pantau Kinerja dan Berikan Umpan Balik

Lakukan review kinerja secara berkala, dan berikan umpan balik konstruktif kepada anggota tim penjualan. Berbicara secara terbuka tentang kekuatan dan kelemahan mereka akan membantu mereka memahami di mana mereka harus focus, untuk meningkatkan kinerja personal dan dibagian mana yang masih perlu atau bisa dikembangkan. Serta berikan pengakuan atas pencapaian yang baik dan dukungan untuk mengatasi tantangan.

7. Promosikan Kolaborasi dalam Tim

Fasilitasi kolaborasi dan komunikasi antar anggota tim penjualan. Tim yang bekerja bersama-sama dapat belajar satu sama lain, berbagi strategi yang sukses, dan memberikan dukungan saat dibutuhkan. Jadikan suasana kerja yang positif dan mendukung sehingga setiap anggota tim merasa dihargai dan termotivasi.

barang inferior adalah barang

1. Pengenalan Surat Penawaran Barang Surat penawaran barang adalah sebuah surat resmi yang dibuat oleh pemilik usaha atau penjual sebagai salah satu cara untuk...
Andri Afrizal Hakim
3 min read

metode penyusutan aset tetap

1. Pengertian Iklan Baris Iklan baris adalah jenis iklan yang umum digunakan dalam media massa. Iklan baris memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan jenis...
Andri Afrizal Hakim
4 min read

iklan baris juga disebut

10 Karakter Wirausaha yang Perlu Dikembangkan 1. Kreatif dan Inovatif Wirausaha harus mampu mengembangkan ide-ide yang kreatif dan inovatif dalam membangun bisnisnya. Kreativitas dan...
Andri Afrizal Hakim
3 min read