Pengertian Ekspor dan Impor
Pengertian Ekspor dan Impor

Ini Penjelasan tentang Pengertian Ekspor dan Impor Beserta Contohnya

Ini Penjelasan tentang Pengertian Ekspor dan Impor Beserta Contohnya – Dalam dunia bisnis mengenal istilah perdagangan ekspor dan impor. Kedua hal ini memiliki pengertian berbeda yang harus dipahami oleh setiap pengusaha atau pelaku bisnis.

Sebab, antara ekspor dan impor memiliki peranan yang sangat penting bagi suatu negara karena berkaitan dengan kegiatan ekonomi di negara tersebut. Untuk bisa lebih mengenal lebih jauh tentang kedua istilah tersebut, berikut ini bisa Anda pelajari mengenai pengertian dan juga contohnya.

Apa Pengertian Ekspor dan Impor

Pengertian Ekspor dan Impor

Dalam arti yang sederhana, ekspor merupakan kegiatan menjual produk berupa barang atau jasa ke luar negeri, sedangkan impor merupakan kegiatan membeli produk yang berasal dari luar negeri. Intinya, jika ekspor adalah kegiatan mengirim produk keluar negeri sedangkan impor memasukkan produk dari luar negeri ke dalam negeri.

Bagi yang melakukan kedua kegiatan tersebut juga memiliki istilah yang berbeda. Yaitu eksportir bagi pedagang yang melakukan ekspor dan importir bagi pelaku kegiatan impor. Pihak yang melakukan kegiatan ini bisa perorangan atau perusahaan baik itu kecil atau perusahaan besar.

Contoh Kegiatan Ekspor dan Impor

Anda akan lebih memahami jika ada penjelasan tentang pengertian ekspor dan impor beserta contohnya. Sebagai gambaran, amati contoh kasus berikut ini. Roni merupakan pengusaha kain batik dan mampu menjualnya hingga ke Paris. Dalam contoh kasus yang pertama ini, Roni merupakan eksportir yang melakukan kegiatan ekspor.

TRENDING:  Mengenali Pengertian Branding dan Marketing Serta Perbedaan Keduanya

Sebagai seorang eksportir, Roni bisa melakukan ekspor kemana saja asalkan sudah memenuhi beberapa persyaratan. Misalnya, barang tersebut sengaja dibuat untuk dijual ke negara lain (di ekspor) dan bukan termasuk dalam kategori barang yang dilarang untuk diekspor.

Contoh kedua, Heru merupakan pengusaha di bidang penjualan kosmetik. Untuk melengkapi stok di tokonya, Haru mendatangkan kosmetik dari berbagai negara, salah satunya adalah kosmetik dari Korea. Kegiatan yang dilakukan oleh Heru merupakan kegiatan usaha impor, sedangkan Heru sendiri disebut sebagai importir.

Jika importir melakukan kegiatan impor dalam skala besar, maka akan membutuhkan pendampingan oleh pihak bea cukai. Biasanya, pemerintah telah menetapkan tarif pajak atas setiap produk impor yang masuk ke masing-masing importirnya. Selain itu, terdapat beberapa jenis barang yang dilarang untuk diimpor seperti, obat-obatan terlarang, senjata api, hewan langka, dan sebagainya.

Setelah membaca tentang pengertian ekspor dan impor beserta contohnya, Anda tentu mulai mendapatkan gambaran jelas mengenai kedua istilah tersebut. Untuk transaksi pembayarannya, antar ekspor dan impor menggunakan mata uang dollar sebagai mata uang dunia internasional yang digunakan di seluruh dunia.

TRENDING:  Apa Benar Beli Followers Bisa Meningkatkan Penjualan?

Komoditi Ekspor dan Impor

Memahami tentang ekspor impor tidak akan lengkap jika tidak mengetahui istilah komoditi. Ini merupakan suatu produk, baik itu barang atau jasa yang mampu memenuhi kebutuhan pembeli. Sayangnya, tidak semua produk masuk sebagai komoditi yang bisa diekspor.

Produk tersebut harus memiliki keunggulan tersendiri jika ingin dicap sebagai komoditi ekspor. Minimal terdapat 3 faktor yang memengaruhi keunggulan suatu komoditi, ketiga faktor tersebut diantaranya adalah:

  • Faktor Alam
    Dalam pengertian ekspor dan impor beserta contohnya bisa Anda temukan bahwa faktor alam bisa memengaruhi keunggulan suatu produk yang dihasilkan. Misalnya, di Indonesia memiliki iklim tropis yang merupakan tempat terbaik untuk tumbuhnya pohon karet. Itu sebabnya Indonesia terkenal sebagai komoditi ekspor dalam bidang karet.
  • Faktor Biaya
    Faktor kedua yang memengaruhi suatu komoditi adalah faktor biaya produksi. Harga sebuah barang bisa dipengaruhi oleh biaya produksi yang dikeluarkan. Semakin rendah biayanya, maka harga komoditi tersebut juga akan semakin murah.
  • Faktor Teknologi
    Dan faktor yang ketiga adalah teknologi yang juga memiliki pengaruh besar terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Semakin maju teknologi yang digunakan maka semakin unggul pula produk komoditi tersebut.
    Syarat Produk yang Sesuai Standar Komoditi
TRENDING:  Pengertian Investasi Jangka Pendek: Bentuk dan tujuan

Satu lagi yang harus Anda pahami selain mengetahui pengertian ekspor dan impor beserta contohnya, yaitu perihal syarat agar produk yang dimiliki bisa lolos dan masuk sebagai produk komoditi. Terdapat tiga syarat yang harus dipenuhi, diantaranya adalah:

  • Produk yang dihasilkan harus dilengkapi dengan petunjuk atau instruksi cara menggunakannya.
  • Produk tersebut harus mampu bersaing dengan produk komoditi sejenis yang berasal dari negara lain.
  • Produk komoditi yang akan diekspor tersebut harus sesuai dengan selera konsumen negara tujuan.

Hambatan Komoditi Ekspor Indonesia

Di negara Indonesia sendiri, pihak eksportir masih memiliki hambatan berupa pemasaran agar produk yang dimilikinya bisa lolos ke negara lain.Terdapat 3 hambatan utama yang selama ini sering dialami oleh eksportir Indonesia.

Pertama, daya saingnya rendah karena kerap kalah dalam hal harga. Sebab, harga komoditi ekspor dari Indonesia cenderung lebih mahal dari negara lain. Kedua, munculnya anggapan tentang daya saing yang merupakan masalah eksportir. Dan yang terakhir adalah saluran pemasaran yang tidak berkembang.

Bagaimana, masih bingung dengan penjelasan tentang pengertian ekspor dan impor beserta contohnya. Atau, penasaran dengan manfaat dari ekspor impor itu sendiri.

Check Also

Cara Mendapat Uang dari Blogger Mudah dan Bisa Anda Lakukan

Cara Mendapat Uang dari Blogger Mudah dan Bisa Anda Lakukan

Cara Mendapat Uang dari Blogger – Mendapatkan uang sekarang ini tidak lagi hanya bisa didapatkan dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *